• Categories

  • Archives

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 354 other followers

  • Blog Stats

    • 10,380 hits
  • Site Meter

  • Twitter Updates

Mengapa Harus Aku


Postingan pertama. Artikel diambil dari mailing list yang aku ikuti dengan beberapa editing dan semoga bermanfaat.

Dalam fikiran saya ketika menerima suatu musibah, kita selalu mempertanyakan

“Mengapa harus Aku” hal itu pun pernah saya alami,

ketika mendapat kecelakaan tertabrak mobil,

ketika Gagal dalam Meraih sesuatu yang sayainginkan, Gagal dalam Percintaan dll,

Mengapa harus AKu? Pertanyaan ini timbul muncul bila kondisi tidak
menyenangkan, bangkrut, atau malapetaka. Namun bila dapat untung maka
pertanyaannya berubah, mengapa bukan aku? Manusia itu egois, waktu susah
berharap perhatian, namun waktu senang lupa segalanya. Gempa dan gelombang
besar tsunami sangat menemplak kita. Kekayaan, jabatan, kekuasaan,
kecantikan tidak menjamin kita. Saya bisa merasakan kepedihan dari mereka
yang kehilangan sanak keluarga dan harta. Kenapa kau KEJAM tsunami?

Hidup ini, bukan penderitaan, karena ada sisi lain yang menyenangkan. Namun
di dalam hidup, kadang ada perasaan menderita. Harta lenyap, keluarga tidak
utuh, tertawa menjadi tangisan. Kalau kita sepakat hidup itu sulit, berarti
kita perlu mencari taktik untuk menghadapinya. Ketika C.S. Lewis ditanya:
Mengapa orang benar yang taat bersembahyang juga menderita? Jawabannya
mengagetkan! , Mengapa tidak? Sebab mereka adalah satu-satunya orang yang
dapat memenangkan masalah ini.

Burung Rajawali hidup di atas bukit terjal, ia membuat sarang di sana. Sang
induk mengerami telurnya, sesudah itu ia menghangatkan anak-anaknya. Namun
tiba-tiba ia mengepak-ngepak sayap, ia menghancurkan sarang itu. Anak-anak
burung tidak mengerti; sangkanya induk itu jahat. Kemudian ia mengapit
anak-anaknya dan dibawa terbang tinggi, mendadak dilepaskan. Berulang kali
dilakukan sampai anaknya terbang sendiri. Waktu itu baru anak-anak
mengerti.

Ketika anaknya tewas terjatuh dari gedung pencakar langit di New York,
gitaris Eric Clapton merasa seperti mimpi Baginya kematian Conor itu
merupakan sautu kejadian yang sangat terpukul sekali. Clapton mengatakan :
“Kematian anak saya, mengajari saya bahwa hidup sebenarnya sangat riskan.
Apabila kamu masih diberi hidup 24 jam, itu namanya sudah merupakan rahmat.”

Jadi ketika kita mendapat musibah, sebaiknya kita bisa lebih bersabar, dan
lihatlah dengan keyakinan, setelah terkena musibah, akan terdapat suatu
Anugrah akan kita terima. ketika terkena masalah atau musibah bisa menjadi
alat intropeksi untuk memacu diri, bukan menyebabkan kita terpuruk.

Pernah seorang sahabat yang terkena PHK, “berkata kenapa harus aku yang di
PHK”, tetapi dengan proses PHK tersebut, sahabat saya mendapatkan dana untuk
memulai suatu bisnis, dan Alhamdullilah bisnis tersbut lancar, dan
penghasilan yang diterima lebih besar di banding saat dia Bekerja.

Ada kisah lain, seorang sahabat sMU saya , dia adalah seorang pekerja
tangguh di kantornya, dengan prestasi yang baik, di kantor pertama dia
bekerja dia disia-siakan hasil kerja tidak dianggap,atasannya kurang
menyukainya, karena dia adalah karyawan kontrak, dan ketika kontrak habis,
maka atasanya tidak memperpanjang kontrak kerjanya. dan saat itu dia hampir
tidak percaya, dan sedikit putus asa,dia bercerita kepada saua, “Mengapa
harus aku Diputus kontrak”, tetapi dia mencoba melamar ke perusahaan lain,
dan diperusahaan kedua tersebut dia berhasil membangun karir, dengan
prestasi yang luar biasa melebihi karir di perusahaan pertama, hingga suatu
saat bos dari perusahaan pertamanya melamar keperusahaan dia bekerja, dan
diterima, tetapi posisinya saat itu terbalik bosnya menjadi anak buahnya.

Atau ketika sahabat saya yang sedang mengalami putus cinta saat itu dia
terpuruk sekali, dan saat putus asa dia bercerita kepada saya, saya sudah
mencintai dia dengan sangat, saya sudah memberi yang saya bisa lakukan,
“mengapa harus saya berpisah dengan dia”, tetapi berjalan dengan waktu yang
mengalir dia mendapat kan kekasih baru, yang lebih dari kekasihnya yang
lama, dan mereka pun melanjutkan ke jenjang yag pernikahan.

Dari tiga kisah tersebut, saya menyimpulkan saat pertama kita terkena
musibah, kita akan berkata “mengapa Harus Aku”, dengan ketidak tahuan akan
kisah hidup kita yang terjadi selanjutnya, mungkin sesuatu yang kita anggap
ke gagalan, musibah, adalah awal dari keberhasilan kita. Ayo tetap semangat,
dan jangan katakan “kenapa Harus Aku”, tetapi katakan “Terimaksih Aku telah
terpilih”.

“Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang
yang sangat lemah dan butuh pertolongan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: