• Categories

  • Archives

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 354 other followers

  • Blog Stats

    • 10,380 hits
  • Site Meter

  • Twitter Updates

Who Move my Cheese…..


Dikisahkan ada 2 ekor tikus dan bernama Sniff dan Scurry. Bersamanya ada 2 kurcaci yang bernama Hem dan Haw.

Mereka mempunyai karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Sniff mendapat julukan si Tukang Endus. Dia mampu mencium adanya perubahan dengan cepat.

Scurry mandapat julukan si Tukang Lacak. Dia mampu untuk segera bertindak dan mengambil tindakan dengan cepat.

Hem dengan julukannya si Kaku. Kebiasaanya menolak dan mengingkari setiap perubahan karena takut perubahan akan mengakibatkan sesuatu yang buruk.

Haw dengan julukan si Aman. Baru beradaptasi jika melihat perubahan mendatangkan sesuatu yang lebih baik.

Cheese adalah gambaran tentang impian kondisi sekarang, posisi, jabatan dan kedudukan yang memungkinkan seseorang untuk selalu menikmati hidup yang enak dan mewah, penuh dengan kesenangan dan kenikmatan.

Labirin adalah kondisi lingkungan diluar kita yang penuh dengan kegelapan dan ketidakpastian.

Pada suatu hari Sniff, Scurry, Hem dan Haw pergi ke labirin untuk mendapatkan cheese didaerah C setelah lama mereka mencari.  Mereka sangat gembira. Mereka melakukan aktifitas-aktitas baru yang sangat menyenangkan. Apa yang mereka lakukan :

Hem & Haw : pergi ke daerah C di labirin menjadi rutinitas harian. Mulai bangun lebih siang, merasa nyaman dengan kondisi sekarang. Mulai bangga dengan keberhasilan mereka menemukan cheese dan mulai sombong dengan kesuksesannya. Merasa cheese itu milik mereka karena kerja keras mereka. Tidak sadar karena dimakan tiap hari cheese akan habis. Ketika cheese sudah habis, mereka kaget dan marah. “Who moved my cheese?”

Scurry & Sniff : pergi setiap pagi ke daerah C. Tetapi tetap siaga dan semangat untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu ada kondisi yang tidak memungkinkan. Ketika tahu bahwa cheese sudah habis, mereka sadar dan segera ambil tindakan untuk pergi ke labirin untuk mencari cheese yang baru.

Akhirnya cheese di daerah C benar-benar habis. Hem dan Haw marah, merasa tidak dihargai, dan merasa dunia ini tidak adil. Dalam pikiran mereka, tidak mungkin Cheese itu akan hilang. Hari berikutnya Hem masih tidak percaya dan menolak kenyataan bahwa Cheese itu sudah habis. Ia masih tetap menunggu dan menunggu, dan tetap percaya bahwa Cheese itu pasti akan kembali kepadanya, karena ia merasa bahwa itu memang miliknya. Dan ia tidak mau pergi, karena hilangnya Cheese itu bukan karena kesalahan dirinya, pasti karena orang lain. Haw pada awalnya sama dengan Hem. Tetapi lambat laun ia sadar bahwa Cheese itu habis. Tetapi ia takut untuk ke Labirin karena tidak ingin tersesat, apalagi belum pasti ia akan mendapatkan Cheese lagi.

Menyadari suatu saat cheese akan habis, sniff & scurry selalu bersiap mencari alternatif-alternatif cheese jika diperlukan. Lari ke labirin, tidak takut salah, trial and error. Tidak terpaku pada apa yang dimiliki, selalu mencari yang baru.

Scurry, Sniff, Hem dan Haw adalah bagian dari diri kita. Scurry dan Sniff adalah KEBERANIAN, sedangkan Hem dan Haw adalah PEMIKIRAN & PERTIMBANGAN.

KEPUTUSAN memang perlu Hem dan Haw, tapi harus diikuti KEBERANIAN, KECEPATAN, dan KESIGAPAN bertindak ala Scurry dan Sniff

Who move my cheese… Ringkasan karya : Spencer  Jhonson MD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: