• Categories

  • Archives

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 354 other followers

  • Blog Stats

    • 10,380 hits
  • Site Meter

  • Twitter Updates

Nasehat seorang ayah


Nasehat untuk seorang Ayah semoga
bermanfa’at
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang
besarnya hanya Allah S.W.T yang tahu.
Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini
sebagai surat seorang laki-laki kepada
seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada
seorang ayah.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu
dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari
sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah
terasakan bahkan ketika yang dicintai belum
sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah
sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan
temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu
dicatat dari dialog seorang ayah dengan
anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak,
menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi
kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu
di sisiku, aku seperti menemui
keberadaanku, makna keberadaanmu, dan
makna tugas kebapakanku terhadapmu.
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah
satu masa terindah dan paling aku
banggakan di depan siapapun. Bahkan
dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan
berhadapan dengan Nya, hingga saat usia
senja ini.
Nak, saat pertama engkau hadir, kucium
dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku
dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan
ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.
Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali
telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul
kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.
Engkau bukan milikku, atau milik ibumu
Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan
cinta ibumu. Engkau adalah milik Allah
S.W.T. Tak ada hakku menuntut pengabdian
darimu. Karena pengabdianmu semata-
mata seharusnya hanya untuk Allah S.W.T.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya
menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa
engkau. Dan dalam waktu panjang di
malam-malam sepi, kusesali kesalahanku
itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Allah
S.W.T.. Syukurlah, penyesalan itu
mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku
adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu
yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa
berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan
karena kau dan ibumu. Tugasku bukan
membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar
engkau dikagumi dan dicintai Allah S.W.T.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya
aku harus lebih dulu memberi contoh
kepadamu dekat dengan Allah S.W.T.
Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan
keinginan Allah S.W.T. Agar perjalananmu
mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu
berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari
kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma
menggenggam jemarimu dan merapatkan
jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau
rasakan perjalanan ruhaniah yang
sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan,
kukuatkan engkau karena kita memang tak
boleh berhenti. Perjalanan mengenal Allah
S.W.T tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku
tiap kali memeluk dan menghapus air
matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua
manusia dikumpulkan di hadapan Allah
S.W.T, dan kudapati jarakku amat jauh dari
Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah
aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap,
aku ingin saat itu aku melihatmu dekat
dengan Allah S.W.T. Aku akan bangga Nak,
karena itulah bukti bahwa semua titipan
bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.
Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.

Diambil dari “note seorang temen”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: