• Categories

  • Archives

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 354 other followers

  • Blog Stats

    • 10,380 hits
  • Site Meter

  • Twitter Updates

Sang Kodok


Pada Zaman dahulu kala di negeri Antah Berantah, hiduplah suatu kerajaan kodok yang luar biasa. Para kodok hidup dengan tenang dan damai, dan semuanya bisa berbicara layaknya kita manusia. Pada suatu hari sang raja kodok mengadakan suatu sayembara bagi seluruh kodok-kodok jantan dinegeri itu. Sayembaranya adalah menentukan siapa kodok jantan yang terkuat, yang harus dibuktikan dengan mendaki gunung terjal di tebing kodok yang curam dan terdapat banyak semak belukar serta bahaya. Sayembara pun segera ditempel dan disebarluaskan di kerajaan kodok.

Setelah sayembara diluncurkan, banyak dari para kodok jantan ingin membuktikan kepada negeri kodok dan sang raja bahwa merekalah kodok terhebat, dan segeralah banyak yang mendaftar. Singkat cerita bisa dikatakan hampir semua kodok jantan ambil bagian, sedangkan yang segelintir lainnya hanya menjadi penonton karena mereka tidak mau tampil menjadi yang terbaik.

Akhirnya pada hari yang ditentukan berkumpullah semua kodok-kodok jantan dikaki gunung tersebut. Sang Raja Kodok juga langsung terjun kelapangan untuk melihat bagaimana situasi perlombaan. Pistol ditembakkan dan dengan segera beberapa kodok langsung mengambil inisiatif untuk melompat sebagai yang pertama, beberapa kodok terlihat menyusul, dan yang lainnya menyusul di belakang. Banyak komentar yang diberikan oleh penonton, baik yang bersifat mendukung maupun mencela. Bahkan terkadang ada yang mengatakan “Hai kodok buat apa susah-susah naik ke atas sana, terlalu banyak kodok lain, nanti kamu akan mati terinjak, lebih baik kamu turun”.

Mendengar teriakan itu ada beberapa kodok yang kemudian mengurungkan niatnya untuk naik dan segera turun. Terdengar lagi teriakan dari para penonton “Turunlah wahai kodok ,kalian itu terlalu naif untuk mau menjadi yang terkuat, sudah banyak korban terpeleset di tebing curam itu dan mati, turunlah segera sebelum kalian jadi korban”. Beberapa kodok yang mendengar itu pun melihat sekeliling mereka, dan kemudian tiba-2 saja mereka merasa takut jatuh ke tebing curam tersebut, lalu tidak meneruskan perjalanan dan turun kembali. Akhirnya 5 jam setelah perlombaan, mulai terlihat beberapa calon pemenang. Beberapa merasa lelah dan berhenti disana. Akhir cerita tinggallah satu kodok sebagai pemenang. Raja pun menganugerahinya sebagai kodok jantan terkuat di negeri tersebut.

Setelah turun sang kodok kemudian dihampiri oleh reporter televisi kodok. Sang reporter bertanya kepada sang kodok “Pak Kodok, selamat telah menjadi juara, apa rahasia anda untuk menjadi juara” Kodok Juara hanya terdiam tidak menjawab. Repoter bertanya lagi ? Pak Kodok kenapa anda bisa bertahan sampai diatas, padahal teman-teman anda yang sudah diatas pun akhirnya turun, apa yang membuat anda bertahan ? Sang kodok juara tetap terdiam.

Tiba-tiba teman sang kodok juara melihat itu, kemudian menghapiri sang reporter dan bertanya â€?Kenapa ada ribut-ribut ?” Repoter itu menjawab ? Itu,baru jadi juara aja sombong, diberi pertanyaan tidak mau ngasih komentar” Teman sang kodok juara dengan tenang menjawab “Oh dia, Dia mah jangan ditanya..sebab dia itu kodok yang bisu tuli !!!”

Reporter:”$^#$&^$&$&……”(Hening terdiam)

Renungan :

Apapun yang anda lakukan di dunia ini menurut anda yang terbaik bagi anda ataupun bagi orang-orang yang anda cintai, lakukanlah itu. Orang-orang disekeliling anda mungkin berniat baik ingin melarang anda supaya anda tidak terluka atau dikecewakan karena kegagalan, seperti para penonton yang menyarankan untuk segera turun supaya tidak terluka dalam perlombaan. Tapi terkadang saran mereka malah menghancurkan harapan kita.
Ambillah makna dari kodok yang bisu tuli diatas, dimana anda tidak perlu mendengarkan saran orang lain yang negatif, yang malah menghambat anda. Fokuslah kepada yang akan anda raih dalam hidup ini, jangan menunda lagi, sebab kesempatan itu hanya akan terlihat setelah kesempatan itu pergi.

Berjuanglah dan terus bermimpin untuk berhasil,karena sang kodok juga berjuang untuk menjadi pemenang dan bermimpi mendapatkannya (NO PAIN NO GAIN). Kita semua saling belajar dari kehidupan. Kegagalan bukanlah batu sandungan, tapi itu hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan.

(source : Mailing list)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: