• Categories

  • Archives

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 354 other followers

  • Blog Stats

    • 10,380 hits
  • Site Meter

  • Twitter Updates

Abu Bakar ash Shidiq


“Tidak seorang pun yang mempunyai jasa baik kepada kami melainkan kami telah membalasnya kecuali Abu Bakar, sesungguhnya dia mempunyai jasa mulia, Allah yang akan membalasnya di hari Kiamat. Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat Khalil niscaya aku menjadikan Abu Bakar sebagai khalil” (Muhammad Rosulullah saw).

Dia seorang lelaki berkedudukan agung, berderajat tinggi, beribadah kepada Allah dengan meneladani Rosulullah saw, berjihad di jalan Allah, dan memberikan seluruh hartanya di jalan Allah swt.

Dia menolong Rosulullah pada saat orang orang mengabaikan Beliau, beriman kepada beliau pada saat orang orang ingkar kepada beliau dan membenarkan beliau pada saat orang orang mendustakan beliau.

Dialah laki laki yang pertama kali beriman menurut pendapat yang shohih. Dialah seorang laki laki yang jika imannya ditimbang dengan seluruh umat maka imannya lebih berat.

Dialah orang yang bersih hati, pemalu, tegas namun pengasih, seorang saudagar mulia, pemilik fihrah lurus dan bersih dari noda noda jahiliyah dan kegelapan.

Dia mirip Rosulullah saw, sebuah kemuliaan besar bisa menyerupai beliau. Seorang laki laki bukan layaknya laki laki, mempunyai sejarah hidup bukan layaknya sejarah hidup.

Diajak masuk islam, dia pun menjawab tanpa keraguan, tanpa maju mundur dan tanpa bimbang. Dia langsung masuk islam dengan penuh keyakinan. Karena para pemilik fitrah yang lurus tidak akan pernah bimbang menerima kebaikan yang diserukan kepadanya.

Dia telah berkawan akrab dengan Rosulullah sebelum beliau menjadi Nabi dan Rosul. Dia mengetahui kejujuran beliau, amanah beliau, kebaikan tabiat beliau serta kemuliaan aklak beliau.

Dia mengetahui bahwa Nabi saw tidak berdusta kepada manusia atas nama Allah Jalla wa ‘alla. Karena itulah ketika dia di ajak kepada Allah oleh Rosulullah saw, batinnya mengatakan “Aku belum pernah mengetahui engkau berdusta”.

Adapun bibirnya mengatakan, “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”. Lalu dia memberikan tangannya kepada Nabi saw untuk membai’at beliau, jadilah tangan pertama yang diulurkan kepada Nabi saw.

Dia dilahirkan di Mina, nasabnya bertemu dengan nasab Nabi saw pada murrah.

Dimasa jahiliyah dia menikah dengan dua wanita yaitu Qutailah binti ‘Abdil ‘Uzza dan Ummu Ruman binti ‘Amir. Dan dimasa Islam dia menikah dengan dua wanita : Asma’ binti Umais dan Habibah binti Kharijah bin Zaid.

Sumber : Sahabat – sahabat Rosulullah oleh Syaikh Mahmud Al Mishri hal. 109 – 111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: